Kamis, 05 Juni 2014

Kopdar Sekolah Pernikahan

Hari minggu kemarin saya dan beberapa teman menghadiri kopi darat sebuah web (sekolahpernikahan.com) yang isinya sharing-sharing tentang ilmu pernikahan. Kebetulan untuk info tentang kopdar, saya yang kasih tau beberapa teman dan yang paling semangat ngajakin. Yaah mungkin keliatannya saya ngebet banget untuk urusan yang satu itu (baca: nikah), maklumlah sudah berumur :p tapi sebenarnya, karena saya merasakan betul manfaat bergabung di web tersebut. Bahwa menikah bukan solusi dari semua masalah dari kehidupan, bahkan seringnya memulai masalah baru. Tapi bukan berarti "mending ga usah nikah". Menikah adalah bagian penyempurnaan keislaman kita, bentuk ketaatan kita kepada Allah. Lagian secara lahiriah, kita butuh yang namanya nikah. Kebayang ga sih sampai tua sendirian?!?!

Balik lagi ke soal kopdar yang menyenangkan. Banyak kejadian lucu untuk sampai ke lokasi acara. Ga tau harus naik transportasi umum apa, ga tau harus berhenti di mana, dan paling parahnya nama tempat yang disebutkan panitia tidak begitu familiar ditelinga masyarakat sekitar. Akhirnya setengah jam kami terbuang untuk nanya sana-sini, bolak-balik ga jelas, sampai akhirnya bapak-bapak kebersihan jalanan dengan baik hati mencoba menyarikan lokasi.

Tepat jam 9, kami sampai di lokasi. Untungnya acaranya belum dimulai. Tapi saat memasuki ruangan, ada sedikit syok sebenarnya. Karena para peserta kopdar kebanyakan berusia jauh lebih tua dari pada kami. Jadilah saya ngerasa "bocil" banget di sana. Btw, tapi mereka sangat welcome sekali dengan kedatangan kami. Mungkin di hati kecil mereka berkata, "salut masih muda tapi mau datang ke acara yang ngobrolin soal pernikahan seperti ini." Pede level 1000. Hahaha...

Kebetulan kopdar tersebut adalah kopdar pertama jadi ga terlalu banyak yang hadir, tapi justru seru, jadi semakin khusuk menyimak setiap materi dan sharing yang di berikan bapak kepala sekolah kami (sebutan untuk penggagas web sekolahpernikahan.com) pak noveldy. Beliau banyak berbagi cerita tentang pengalaman para klien yang pernah ditangani. Denger ceritanya bikin kepala saya nyut-nyutan. Yah benar, pernikahan ga sesimpel yang dibayangkan. Tapi jangan salah, pernikahan seharusnya tak semenyeramkan yang kita kira jika kita punya ilmunya. Pernikahan itu memulai fase kehidupan baru, butuh sekali ilmu sebagai pedoman kita menjalani fase-fase yang pastinya ada suka dan dukanya.

Oh iya, tema dari kopdar ini adalah "menikah jangan sampai seperti membeli kucing dalam karung" apa sih maksudnya?? Intinya kenali dulu pasangan yang akan menjadi pendamping hidup kita selamanya. Karena kadang orang yang pacaran bertahun-tahun pun belum tentu sudah mengenal pasangannya. Lamanya pacaran tidak menjamin langgengnya suatu pernikahan. Laah terus gimana dong?? Makanya cari tau ilmunya dulu sebelum menikah. Hhehe

Di akhir acara, ada guest star yang paling di tunggu-tunggu, sepasang suami istri yang di usia pernikah yang masih muda, sudah Allah berikan ujian yang tak mudah. Mereka sangat terbuka berbagi pengalaman yang mereka hadapi. Butuh keberanian besar untuk bisa berbagi pengalaman pahit bukan? Saya coba membayangkan jika saya yang mengalami hal tersebut, jangankan berani menceritakannya di depan banyak orang, menuliskannya pun belum tentu saya sanggup. Tapi mereka berani berbagi sebagai pembelajaran kami, "mah jadi orang biasa atau jadi orang luar biasa?" Yang mampu tetap berkembang apapun tanah yang kita bijak, meski tanah berkerikil sekalu pun.

Waah pokoknya acaranya super seru dan asiik. Bekal berharga menuju fase baru yang sangat ditunggu-tunggu (khususnya untuk saya pribadi) :)

Jumat, 11 April 2014

Lagi-lagi Tentang Jodoh (Jodoh part Banyak) :D

I'm back. Setelah rasanya lama banget ga sharing di blog ini. Kali ini pun keinginan nulis disponsori habis baca twit seorang teman SMA yang dalam waktu dekat akan mengelurkan sebuah buku motivasi berduet dengan suaminya. Huufffttt ENVY gilaaaak, astagfirullah... tapi eniwey, ke-envy-an itu kadang berefek positif looh. Yah minimal aku jadi tergerak buat nulis lagi. hhihihi :D Back to topic, tentang teman yang menulis buku, judul bukunya sebenarnya yang bikin #$%^&*()(*&^%#$%^&*() (speechles). Judulnya "Wahai Imamku Jemputlah Aku" Subhanallah, merinding banget saat baca kata-kata tersebut. Karena kadang aku membayangkan setelah menikah, kehidupan kita akan semakin crowded dan jadi banyak masalah. Tapi justru teman aku yang satu ini jadi super amaze setelah menikah. Yah, tergantung pasangannya juga siih, mau menjadikan pernikahan sebagai ibadah, investasi akhirat, atau justru menjadikan pernikahan sebagai pemuas nafsu yang "halal". Lagi-lagi seperti apa komunikasi kita sama Allah, sebanyak apa kita meminta atau bahkan merengek sama Allah.

Ngomong-ngomong soal jodoh (padahal niat nulis postingan ini, emang mau ngomongin jodoh. hihihi) siapa siih yang ga mau mendapat jodoh yang terbaik, setidaknya meskipun ga perfect, tapi bisa melengkapi kita supaya bisa jadi pasangan yang perfect *ceilaaah* Pasti jawabannya semua orang. Orang jahat sekali pun pasti menginginkan mendapat pasangan yang tidak jahat kan?? Nah tapi pada kenyataannya jodoh kita adalah cerminan kita looh. Tau kan kalimat yang sangat populer dan merupakan janji Allah, "Wanita baik untuk laki-laki yang baik dan sebaliknya pula, wanita yang tidak baik untuk laki-laki yang tidak baik pula." Lalu muncul pertanyaan, bagaimana jika seseorang yang baik tidak mendapatkan pasangan yang baik? Kemungkinan hal tersebut bagian sayangnya Allah pada ciptaanNya (ujian dari Allah). Dan hal tersebut biasanya bersifat kasuistik atau ga banyak, selebihnya ya sesuai janji Allah tersebut. So, bagaimana caranya supaya kita dapat jodoh yang baik?? Perbaiki diri. Insya Allah, seseorang yang akan jadi jodoh kita kelak sedang Allah perbaiki juga pribadinya. Aamiin..

Yuuk..guys, yang belum ketemu jodohnya seperti aku ini, berarti Allah sedang memberi waktu kepada kita untuk memperbaiki diri, supaya kita mendapat jodoh yang baik. Aamiin. Good nite, good people :)