Tampilkan postingan dengan label Film. Tampilkan semua postingan
Tampilkan postingan dengan label Film. Tampilkan semua postingan

Jumat, 14 Juni 2013

Rectoverso, cinta yang tak terucap



Diadaptasi dari album musik Dee Lestari dengan judul yang sama, film ini mengantarkan kita menyusuri pengalaman-pengalaman manusia yang mencintai pujaan hatinya tanpa balasan. ditinggalkan dan kemudian merelakan.

5 cerita menakjubkan yang disutradarai oleh 5 artis papan atas yang berbeda-beda. menyuguhkan cerita pendek namun cukup mengena dan kayak hikamah. karena hidup tak melulu kisah bahagia, adakalanya cerita pahit bisa membawa kita pada rasa syukur pada Sang Kuasa, atau malah jika pun kita merasakannya, ada perasaan " aku tak sendiri " lalu memahami bahwa dunia dirancang untuk banyak belajar dari pengalaman.

Berdurasi 1 jam 47 menit, kita akan menyadari bahwa ketulusan ada dan bukan hanya omong kosong belaka. mereka yang mencintai dalam diam, bukan karena tak punya keberanian atau ketulusannya diragukan, tapi mereka memahami bahwa rasa kadang harus bisa berdamai dengan kebahagian orang lain. karena kadang kita mencintai orang yang kurang tepat.

Film ini hadir untuk kita yang  percaya tentang cinta yang tak mesti terbalaskan. cerita yang tidak ringan, karena makna yang harus digali cukup banyak. dan sisipan-sisipan pesan itu semoga bisa kita ambil pelajarannya.

selamat menonton :)

Rabu, 20 Februari 2013

legally blonde, si pirang lulusan harvard

haihai...kali ini bahas film barat yuuk!! kebetulan aku baru aja nonton legally blonde 1 dan legally blonde 2. tapi bahas legally blonde 1 aja dulu.

sebenernya aku sering denger tentang legally blonde. tapi yang aku tau, legally blonde itu drama musical korea yang dimainkan salah satu personil SNSD, jessica jung. tapi baru-baru ini aku baru tau kalau ternyata legally blonde itu judul film. jadi drama musical asal korea itu mengadaptasi film yang disutradarai oleh Robert Luketic.

sebelum kita review filmnya, ada baiknya kita tau dulu mitos-mitos yang berkembang tentang orang-orang berambut blonde. di barat sana, orang-orang berambut sangat pirang dikenal sebagai orang bodoh yang punya hobi belanja, jalan-jalan, berpesta, dan kegiatan lagi yang berbau hura-hura. nah, kurang lebih film ini membahas tudingan buruk tersebut. dan bagaimana si tokoh utama yang berambut sangat pirang berusaha membuktikan bahwa tudingan tersebut salah.


Film yang dibintangi oleh Reese Witherspoon ini diproduksi tahun 2001, diadaptasi dari novel karangan Amanda Brown dengan judul yang sama. Film ini menceritakan tentang seorang wanita pirang bernama Elle Woods, mahasiswi tingkat akhir dibidang fashion merchandising yang patah hati karena diputuskan pacarnya, karena pacarnya menganggap dirinya kurang "serius".

Elle berusaha berbagai cara agar bisa kembali pada pacarnya. Salah satunya dengan berusaha bisa diterima di Law School Harvard, karena dari majalah yang ia baca, pacarnya menyukai wanita lulusan sekolah bergengsi tersebut. Ia belajar dengan sungguh-sungguh agar nilai tes LSAT nya mencapai 175, syarat diterima di Law School Harvard, dan juga membuat sebuah video essay yang sangat menarik namun tak biasa. Saat banyak orang yang meremehkan usahanya tersebut, ternyata diluar dugaan, ia diterima di Law School Harvard.


Di hari pertamanya kuliah, lagi-lagi banyak yang meremehkannya, apalagi melihat gaya dan cara berbusananya. Ia pun tak siap mengikuti kelas pertamanya hingga dirinya diusir dari kelas. Kesialannya di hari pertama tak berhenti sampai situ, ia bertemu mantan kekasihnya yang ternyata sudah bertunangan dengan teman kelasnya yang bernama Vivian, yang merekomendasikan dosennya untuk mengusirnya dari kelas.

Berkat saran seorang pegawai salon manicure, yang memanicure kuku-kuku Elle, ia akhirnya memutuskan untuk merebut mantan kekasihnya itu dari tangan Vivian. Ia berusaha ekstra keras belajar agar orang-orang tidak meremehkannya lagi, dan agar ia bisa mendapatkan kembali cintanya.

Usahanya tidak sia-sia, akhirnya Elle mendapatkan segala yang diinginkan. Menjadi mahasiswi terbaik, berhasil memecahkan kasus pembunuhan sendiri, dan mendapat cintanya kembali. Eiiitttsss... tapi cintanya kali ini bukan mantan kekasihnya, melainkan seniornya yang ia temui di hari pertma kuliahnya dan yang sangat mempercayai kemampuannya disaat orang-orang meremehkannya.


Apa saja usaha yang dilakukan Elle Woods untuk mencapai keinginannya itu?? Silahkan temukan sendiri jawabannya dengan menonton filmnya. Dijamin film ini mengajarkan kita banyak, terutama tentang usaha yang tidak akan menghianati (eehh, itu lirik lagu siapa ya?? :D) dan tentang sebuah kepercayaan.

you are the apple of my eye, drama-romantis dari taiwan

haaiii bloggersss, kali ini aku mau kasih resensi film drama-romantis terlaris dari negeri Taiwan. ada yang tau?? oke benar, "You are the apple of my eye" film yang disutradarai Giddens Ko, diperankan oleh Chen-Tung (sebagai Ko Ching-teng) dan Michelle-Ceng (sebagai Shen Chia-yi) yang juga bermain dalam film Hear me.


 Film yang memenangkan beberapa penghargaan ini, salah satunya Penghargaan Golden Horse menceritakan mengenai suka duka kehidupan 7 orang remaja saat sma dan kuliah. dibumbui kisah cinta yang realistis, lucu namun sekaligus mengharukan. lima sahabat yang mencintai seorang gadis di kelas mereka yang paling pintar dan cantik. namun hanya salah satu dari mereka yang beruntung bisa mengambil hati gadis tersebut. 


humor jorok ala abege pun menghiasi film ini. mungkin untuk sebagian orang yang tak terbiasa, akan merasa kaget dengan adegan-adegan masturbasi beberapa remaja. namun cerita yang cukup kuat dan realistis mampu menggantikan kekagetan-kekagetan adegan nakal ala remaja.




Pasang surut cinta antara Ko Ching-Teng dan Shin Chia-Yi merupakan inti dari film ini. bagaimna Ko Ching-Teng berusaha membuktikan bahwa ia bisa menjadi orang hebat pada Shin Chia-Yi. namun Shin Chia-Yia selalu menganggapnya kekanak-kanakkan. bertahun-tahun dekat dan saling memendam cinta tanpa status apapun, membuat kita penasaran bagaimana ending kisah cinta antara mereka.

Beberapa dialog cukup menyentuh, salah satunya saat terjadi gempa di daerah Taepei, di mana Shin Chia-Yi berkuliah di sana. setelah dua tahun tak saling berkomunikasi, Ko Ching-Teng pun akhirnya menelepon pujaan hatinya itu, untuk memastikan ia baik-baik saja. mulailah satu sama lain mengenang masa-masa indah berdua sambil memandangi bulan yang sama. nice scene :)

  

  

Nah, lalu bagaimana ending film ini?? endingnya mungkin kurang sesuai dengan harapan banyak penonton, tapi cukuplah mengajarkan Ko Ching-Teng mengenai makna kedewasaan. Ia harus merelakan pujaan hatinya bahagia dengan lelaki lain. waaaah, cukuup sediiih endingnya. tapi quote terakhir Ko Ching-Teng pasti membuat kita senyum-senyum sendiri, "In fact, when you really like a girl, you’d be happy for her. When you see her finding her Mr. Right,  you will want them to be together and to live happily ever after.“


oh iya, ada satu hal yang ketinggalan, Shin Chia-Yi punya kebiasan menusuk punggung Ko Ching-Teng dengan pulpen. hihihi... poor Ko!!! awkward habit but so memorable, maybe :')
 
Bagi kalian yang penasaran, silahkan deeh cari film ini dan selamat menonton :) hati-hati kaget dengan beberapa adegan :P

 
"I want to the world to be a little bit better because of me." Ko Ching-Teng's dream :)





Jumat, 20 Juli 2012

Paradise Kiss, perjalanan hidup si model cantik


Film bergenre drama romance ini diadaptasi dari sebuah manga (comic jepang) dengan judul yang sama, Paradise Kiss yang ditulis oleh Ai Yazawa.


Yukari Hayasaka (Keiko Kitagawa) adalah seorang pelajar sekolah menengah atas yang giat belajar menghadapi ujian masuk Universitas. Namun segalanya berubah saat ia bertemu dengan George Koizumi (Osamu Mukai), seorang desainer yang berbakat dan jenius.


George berniat menjadikan Yukari sebagai model dari baju-baju rancangannya. Bersama ketiga temannya, George membangun sebuah sebuah studio dan brand fashion bernama, Paradise Kiss. Dan Yukari diharapkan mampu menjadi model untuk brand fashion "Paradise Kiss" tersebut.


Awalnya Yukari menolak menjadi model, namun saat ia berfikir kembali dan mantap menjajaki dunia model, ibunya justru menentang habis-habisan.


Selain menyuguhkan desain-desain yang anggun dan menarik, film ini pun menyuguhkan konflik-konflik cinta yang tak kalah menariknya.


Ending cerita versi film memang agak berbeda dengan versi manganya. Namun ending keduanya sama-sama bagus. Yukari berhasil menjadi model yang terkenal dan George pun menjadi desainer ternama.


Film ini memanjakan mata kita dengan desain-desain baju yang sangat beragam dan bagus, belum lagi setting tempat yang manis dan lucu khas cerita-cerita dalam komik asal negeri sakura, Jepang.

Kamis, 19 Juli 2012

The Vow, indahnya janji cinta



 
Sebuah kecelakan membuat Paige (Rachel McAdams) mengalami koma, dan saat ia tersadar,  sebagian memorinya menghilang. Kejadian beberapa tahun terakhir tidak mampu diingatnya, begitu pula dengan pernikahannya. Paige tak ingat ia pernah menikah dan memiliki suami bernama Leo (Channing Tatum).


Diangkat dari sebuah kisah nyata, film ini menyuguhkan alur cerita yang menarik. Leo harus mencari cara bagaimana mengambil hati istrinya kembali, Paige. Konflik keluarga Paige pun menghiasi kisah romantis ini. Selaim harus mengambil hati istrinya kembali, Leo pun harus mengambil hati keluarga Paige.


Ujian demi ujian, silih berganti datang menguji cinta mereka. Sampai pada akhirnya, mereka memilih jalan berpisah. Sssttt... tapi jangan kecewa dulu!!!


Meskipun Paige tak pernah memngingat pernikahannya, namun sebuah bukti video penikahan mereka, membuatnya sadar, bahwa ia pernah mengucapkan janji pernikahan. Beberapa bulan setelah perceraian, mereka pun dipertemukan lagi. Dan akhirnya menikah kembali. Walau hingga akhir hayatnya, Paige tak pernah mengingat pernikahan pertamanya.




Two thumbs up untuk film ini :)) Recomended bangeeeeeeeet!!!



Rabu, 18 Juli 2012

Architecture 001, perjalanan mengenang cinta pertama


Bagaimana rasanya setelah 15 tahun berlalu, akhirnya kita bertemu dengan cinta pertama kita?? yaaaahh... film ini menjawab pertanyaan tersebut. Film yang diperankan oleh Suzzy, Lee Je Hoon, Han Ga In, dan Uhm Tae Wang ini menceritakan perjalanan menarik tentang pertemuan dua orang yang pernah saling mencintai 15 tahun lalu.


Alur film dibuat maju mundur, untuk mengungkap banyak hal di masa lalu. Ceritanya simpel, namun cukup menarik. Kita dibuat seolah mencari tahu alasan dibalik semua yang mereka lakukan.




Diakhir cerita, kita tidak disuguhkan adegan dua pemain saling berciuman, berpelukan, atau akhirnya menikah. Kita hanya akan tersenyum, karena akhirnya semua misteri terjawab sudah.


Ceritanya sederhana dan sangat realistis. Mungkin banyak yang mengalami kisah seperti ini. Recomended sekali untuk pecinta film drama, khususnya yang bergenre romance.

Sabtu, 03 Desember 2011

Wedding Dress

Wedding Dress, dari judulnya mungkin anda akan membayangkan sebuah film romantis antara pria dan wanita. Jika anda berpikiran seperti itu, anda keliru. Film ini jauh dari kesan percintaan antara pria dan wanita. Film ini berkisah tentang keindahan cinta antara anak dan ibunya.


So Ra seorang anak tunggal yang sudah tidak memiliki ayah, dan ibunya seorang desainer gaun pengantin yang sangat sibuk. Kesibukan ibunya itulah yang menyebabkan ia membenci ibunya.  Ia merasa tak memerlukan ibunya lagi karena sehari-hari ia bisa melakukan segala aktivitasnya sendiri. Namun ketika ia mengetahui ibunya terserang penyakit mematikan, ia sadar, ia tidak ingin kehilangan ibunya.

Saat Go Eun dan So Ra mandi bersama

Go Eun, ibu So Ra, ingin melewati hari-harinya yang tak lama lagi bersama anak kesayangannya. Go Eun tidak ingin anaknya mengetahui penyakitnya sambil ia berjuang memberi kebahagian kepada anak tercintanya seorang diri. Dan Go Eun sengaja mempersiapkan rancangan gaun indah untuk dipakai anak semata wayangnya ketika menikah kelak.

So Ra mengejak ibunya berdansa layaknya pasangan yang baru menikah

Go Eun tak bisa terus-menerus menyembunyikan penyakitnya pada anaknya. So Ra pun akhirnya mengetahuinya dan berusaha mengabulkan 2 permintaan ibunya, memiliki banyak teman dan melihatnya mengikuti pentas balet.

Sebenarnya So Ra memiliki sahabat bernama Gina, namun karena kesalahannya, Gina menjadi membencinya dan tidak ada lagi yang mau bermain dengannya. Ibunya hanya ingin So Ra memiliki teman saat ia tak bisa menemani anaknya lagi. So Ra akhirnya memberanikan diri meminta maaf pada Gina dan mengajak teman-temannya menjenguk ibunya yang sedang dirawat di rumah sakit.

So Ra pun berusaha mengabulkan permintaan yang ke dua ibunya, mengikuti pentas balet padahal sudah lama ia tak pernah berlatih balet lagi karena tak ingin bertemu Gina yang mengikuti les balet juga. Namun dengan keberanian diri, ia meminta pada guru lesnya agar diperbolehkan mengikuti les balet kembali dan mengikuti pentas balet. Tapi sayang seribu sayang, guru lesnya tak mengijinkan. Berkat bantuan seorang guru les taekwondo akhirnya ia diperbolehkan mengikuti pentas balet.

Setelah pentas balet usai, So Ra dan ibunya tidur bersama di rumah sakit. Ketika pagi menjelang, ia memlihat ibunya masih tertidur "pulas" dan tak mau membangunkannya. Ia membiarkan ibunya tidur dan menjaganya di luar. Ketika tim dokter datang untuk memeriksa kondisi ibunya, ia melarang mereka masuk namun dokter terus memaksa. Heeeem, dan momen-momen inilah yang paling mengharukan. So Ra akhirnya menangis karena tak mau dokter mengganggu ibunya yang sedang tidur untuk selamanya. Ia sebenarnya sudah mengetahui bahwa ibunya sudah meninggal. Namun dengan ketabahannya ia berusaha untuk biasa-biasa saja.

So Ra memang anak yang hebat, ia masih sanggup menjalani hidupnya walau hanya seorang diri. Dengan payung  berwarna kuning ia jalan dengan tabahnya di bawah guyuran hujan. Ia tak lupa lagi membawa payung yang selalu ibunya suruh padanya sebelum meninggal.

So Ra mengenakan gaun pengantin yang dirancang oleh ibunya sebelum ibunya meninggal dunia.


10 jari deh untuk Kwon Hyeong Jin sebagai sutradara yang sudah membuat film ini begitu menyentuh. Akting si cantik Song Yoon Ah dan Kim Hyang Ki pun begitu memukau membuat penonton menitikan air mata. Apalagi saat di akhir cerita, dijamin anda akan hanyut ke dalam emosi yang mengharu biru.

Minggu, 06 November 2011

Il Mare, Rumah di Pinggir Pantai

Il mare, nama untuk sebuah rumah di pinggir pantai. Penghuni kedua rumah ini, Eun Jo bisa berhubungan dengan Sung Hyun si penghuni pertama melalui surat yang dimasukkan ke dalam sebuah kotak surat berwarna merah yang bertengger di depan il mare. Namun yang aneh dalam kisah ini adalah, Eun Jo berada di tahun 2000 sedangkan Sung Hyun masih berada di tahun 1998. Sebuah kotak surat telah membawa mereka  menjelajahi waktu.


Film yang disutradai Lee Hyun Seung ini, dari awal sampai akhir mengajak kita terus berfikir. Clue yang diberikan dalam film ini sangat sedikit, ditambah tak terlalu banyak dialog yang disajikan. Namun, dijamin anda tidak akan menyesal setelah menonton film ini. Film yang tayang tahun 2000 ini telah di remake kembali oleh perusahaan terkenal Warner Brothers dengan judul The Lake House yang tayang tahun 2006.








Jumat, 07 Oktober 2011

My Girlfriend is Gumiho, Siluman Rubah yang Cantik Jelita


Si cantik jelita Shin Min Ah sebenarnya silumah rubah?? tenang..tenang.. ini hanya di drama Korea My Girlfriend is Gumiho. Bersama lawan mainnya, Lee Seung Gi (Cha Dae Woong), Shin Min Ah (Mi Ho) menunjukkan aktingnya yang memukau sebagai siluman rubah yang ingin menjadi manusia. Sifatnya yang polos dan sedikit menyebalkan ini yang justru sangat menjadi daya pikat drama ini.

Pertemuan Mi Ho dan Dae Woong yang tak terduga-duga membawa romansa cinta yang mengharukkan.Kekonyolan pasangan ini di episode-episode awal membuat drama ini terasa segar walau diakhiri dengan kisah yang membuat mata anda sembab.

Drama 16 episode ini memang berbeda dengan kisah-kisah drama Korea lainnya. Drama ini mengangkat cerita rakyat Korea di masa modern. Oke deh, penasaran?? Ayoo buru DVDnya :D







Minggu, 18 September 2011

500 days of summer, cerita cinta tak seperti di negeri dongeng


apa yang ada dibenak anda bila mendengar seorang pria mencintai wanita pujaannya selama 500 hari? hebat?? super?? biasa saja?? heeemm, terserah anda mau berpikir apa. yang jelas film ini bukan film cinta. film ini murni menceritakan kisah seorang pria dan wanita.

tom menyukai teman sekantornya yang bernama summer. dalam waktu yang tak begitu lama akhirnya mereka menjadi sepasang kekasih namun tanpa status apa pun. summer menolak bila mereka dikatakan berpacaran, namun mereka saling jatuh cinta. singkat cerita, kehidupan bebas ala barat mereka lakoni tanpa status apa pun. 




tapi ternyata, pertengkarang demi pertengkaran tak bisa mereka hindari. ditambah dengan status yang tak jelas, akhirnya mereka berpisah. summer bertunangan dengan seorang pria pilihannya dan menikah dengannya. dan tom, hidupnya semakin memburuk. 

suatu hari summer mendatangi tom dengan cincin kawin yang tersemat di jari manisnya. ia memberi tau alasan mengapa harus meninggalkan tom. dan tom pun akhirnya menyadari bahwa kisah cinta tak selalu seperti di negeri dongeng. ia berharap summer bisa hidup bahagia.


film ini mengajarkan kita bahwa kisah cinta tak selalu berakhir bahagia seperti di negeri dongeng.